Berita Viral

Tragedi Stadion Kanjuruhan : Di Awasi Dunia Internasional, IPW Sebut Polisi Langgar Aturan Hingga 7 Sanksi FIFA Menghantui

Jakarta, beeoneinfo.com

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menyebutkan bahwa penggunaan gas air mata oleh kepolisian menyalahi aturan FIFA.

“Penggunaan gas air mata di stadion sepak bola sesuai aturan FIFA dilarang. Hal itu tercantum dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations pada pasal 19 huruf b disebutkan bahwa sama sekali tidak diperbolehkan mempergunakan senjata api atau gas pengendali massa,” kata Sugeng dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/10/2022).

Sugeng pun mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mencabut ijin penyelenggaraan sementara seluruh kompetisi BRI Liga 1. Dia menilai hal itu perlu dilakukan untuk mengevaluasi prosedur soal pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

“Disamping, menganalisa sistem pengamanan yang dilaksanakan oleh aparat kepolisian dalam mengendalikan kericuhan di sepak bola,” kata dia.

IPW pun mendesak Kapolri untuk mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat. Dia dinilai harus bertanggung jawab dalam mengendalikan pengamanan pada pertandingan antara tuan rumah Arema FC Malang melawan Persebaya Surabaya.

Lagi Viral :   Diam Usai Di Periksa KPK, Status Wagub Lampung Saat Ini Hanya Sebagai Saksi

Selain itu, Sugeng juga meminta agar Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta memproses pidana panitia penyelenggara pertandingan.

“Jatuhnya korban tewas di sepakbola nasional ini, harus diusut tuntas pihak kepolisian. Jangan sampai pidana dari jatuhnya suporter di Indonesia menguap begitu saja,” pungkasnya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Yunus Nusimenyebutkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Hal ini dilakukan terkait kerusuhan di penghujung laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu malam (1/10).

“Tadi malam dan tadi pagi, Wakil Sekjen telah komunikasi terus menerus dengan FIFA. Bahkan, tadi pagi sudah menyampaikan laporan ke FIFA karena FIFA meminta laporan,” ujarnya pada konferensi pers yang diselenggarakan di Stadion Madya Kompleks Gelora Bung KarnoJakarta, Minggu (2/10).

Lagi Viral :   TASPEN JAMIN PEMENUHAN HAK DAN KEWAJIBAN PEGAWAI KPK

Yunus juga mengatakan bahwa kejadian ini disoroti oleh banyak pihak, hingga internasional. Oleh karena itu, komunikasi intens terus dilakukan oleh PSSI dalam rangka berkoordinasi dengan FIFA.

“Beberapa federasi telah menghubungi, banyak yang menanyakan dan berbelasungkawa. Kami akan tetap membangun komunikasi terus menerus agar Indonesia tidak terdampak sanksi dari FIFA yang bisa merugikan,” ucapnya.

Yunus berharap, kejadian ini tidak menjadi satu-satunya landasan FIFA untuk mengambil keputusan yangtidak menguntungkan Indonesia atau PSSI. Pasalnya,kerusuhan yang terjadi bukanlah perkelahian atau pertikaian antarsupporter. Hal ini perlu menjadi pertimbangan bagi FIFA dalam mengambil keputusan.

Berdasarkan laporan kepolisian, tragedi Kanjuruhan ini terjadi ketikasupporter tuan rumah menerobos masuk ke lapangan dan membuat keributan. Hal itu dibalas pihak keamanan dengan penembakan gas air mata.

Pertandingan ini juga digelar tanpa suporter Persebaya atau Bonek.Hal itu dilakukan dalam upaya meminimalisir risiko kerusuhan, meskipun pada akhirnya tetap terjadi.

Lagi Viral :   Bom Bunuh Diri Di Polresta Medan, Pelaku Ngaku Akan Buat SKCK

“Ini bukan perkelahian antar-supporter. Korban lebih kepada tertumpuk di pintu masuksehingga desak-desakan, ada yang terinjak, jatuh. Itulah yang terjadi di Kanjuruhan,” jelasnya.

Saat ini, pihak PSSI masih menunggu hasil laporan investigasi yang akan dilakukan secara langsung oleh Tim PSSI di Malang. Hasilnya akan dijelaskan langsung oleh Ketua Umum PSSI yang memimpin langsung penyelidikan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top