Berita Viral

Wiro Sableng Go International, FOX International Production Bantu 50% Biaya Produksi

Pendekar golongan putih di 'Wiro Sableng.' (Courtesy of Lifelike Pictures & 20th Century Fox) cnnindonesia.com

Hiburan, beeoneinfo.com

Wiro Sableng , karakter sederhana Bastian Tito yang identik dengan kapak dan baju serta ikat kepala putih itu, akan sama dengan Captain America atau pahlawan super Avengers lainnya. Ia akan memiliki semesta sendiri.

Membuat seperempat film yang tergabung dalam alam semesta atau semesta yang sama, memang seakan sedang tren. Tak hanya ada Marvel Cinematic Universe (MCU) yang berisikan seluruh pahlawan super Marvel, atau semesta DC Comics.

Film horor seperti The Conjuring bahkan drama Ada Apa dengan Cinta? pun berencana dibuatkan kota sendiri. Demikian pula Wiro Sableng 212 .

CEO Lifelike Pictures Sheila (Lala) Timothy mengaku sudah belajar dari berbagai film untuk menciptakan alam Wiro Sableng, termasuk film-film Disney. Disney merupakan perusahaan induk yang menaungi Marvel Studios.

Pembelajaran itu membuahkan hasil. Lala sebagai produser sekaligus penulis naskah, yang sedang menciptakan alam Wiro Sableng sebelum menulis skenario filmnya. Semesta itu memudahkan dia membuat cerita yang sejak tahun 1980-an digagas oleh Bastian Tito dan dituangkan menjadi ratusan novel itu.

“Saat saya bilang menyiapkan film trilogi, itu hanya bagian kecil dari yang saya siapkan,” kata Lala dalam wawancara dengan CNNIndonesia.com di kawasan Jakarta Pusat, pekan lalu.

Lagi Viral :   Woro - Woro...Juragan Durian Ini Cari Jodoh Lho

Kurang lebih Lala membutuhkan waktu satu tahun, sepanjang 2015, untuk membuat semesta Wiro Sableng. Ia mengawalinya dengan permukaan 185 novel karya Bastian Tito. Demi itu, Lala tak segan ‘turun gunung’ ke toko buku loak, seperti di basemen Blok M Square. Novel-novel Wiro Sableng versi digital yang tersebar di dunia maya pun dirasanya sangat membantu.

Meski begitu, sineas berusia 46 tahun itu hanya membaca 10 novel pertama. Selebihnya, ia berdiskusi dengan tim baca untuk membuat semesta Wiro Sableng.

“Saya Punya tim beranggotakan lima orangutan untuk review membaca 185 Novel ITU. Penghasilan kena pajak ITU bikin semacam buku log. SETIAP Karakter Kami Data satu-satu, Mulai Fisik, jurus, perguruan mana, golongan hitam ATAU putih Dan seterusnya,” kata Lala.

Berbekal log book itu, Lala bertemu Tumpal Tampubolon dan Seno Gumira Ajidarma untuk menulis naskah. Sejarah sejarah Seno diperlukan Lala untuk menulis naskah dengan latar abad ke-16, masa pergerakan Kerajaan Indonesia.

Kisah pergerakan kerajaan untuk saling bekerja yang disebut latar cerita film Wiro Sablengyang bergenre aksi fantasi.

Seperti dalam novel Wiro Sableng , Lala terus membuat pendekar golongan putih dan golongan hitam. Golongan hitam sangat rakus dan bermain dalam politik kerajaan, sementara golongan putih tidak ingin membuang dengan politik.

Lagi Viral :   Lagi Viral, Video Anggota Damkar Patroli SJ 182 Ada Teriakan Minta Tolong, Mistis Atau Suara Angin ?

“Begitu kompilasi golongan hitam banyak mencederai orang-orang tak bersalah, golongan putih masuk. Konflik dan ceritanya berawal dari situ,” kata Lala.

Semesta dan kisah singkat yang juga menjadi bahan presentasi Lala kepada Fox International Production, yang merupakan anak perusahaan 20th Century Fox pada awal 2017 lalu. Menurut Lala, Fox International Production jatuh hati terhadap visi Lifelike Pictures dalam menggarap Wiro Sableng.

Tak butuh waktu lama. Sebulan setelah pertemuan, Lifelike Pictures resmi bekerja sama dengan Fox International Production pada pertengahan tahun 2017.

Dalam kesepakatan kerja sama, Fox International Production akan membantu 50 persen biaya produksi, membantu membuat struktur naskah dan mendistribusikan film Wiro Sableng ke berbagai negara.

Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 sudah dipastikan akan tayang di Malaysia dan Singapura. Fox juga masih mengurus distribusi ke negara lain.

Melalui proses yang cukup banyak, hasil yang berhubungan dengan gambar manusia hidup. Tak bisa membuat Fox setuju soal itu.

“Mereka tahu bahwa ini adalah Intelectual Property Indonesia dan ini budaya kita. Kita yang tahu persis seperti apa dan harusnya karakter seperti apa.”

Tak disangka, alam Wiro Sableng yang diciptakan Lala lah yang memincut hati Fox. Itu diakui Wakil Presiden Eksekutif Asia Pasific 20th Century Fox International, Kurt Rieder yang hadir saat jumpa media beberapa hari lalu.

Lagi Viral :   Simak Spesifikasi Oppo Reno 8T Yang Anti Cipratan Air !

“Kami tertarik dengan proyek ini karena Lala tidak menawarkan satu film, ada tawaran semesta. Alasan lain kami bekerja sama karena Indonesia adalah pasar film yang sedang berkembang,” kata Rieder.

Ia puas dan bisa bekerja sama dengan karya sineas Indonesia.

Saat setelah Wiro Sableng dirilis sejak Kamis (30/8) lalu, kerja keras Lala terbayar, meskipun ia belum selesai karena masih ada yang menunggu.

“Kalau yang satu ini sukses, pastinya akan berlanjut,” kata Lala yakin

sumber : cnnindonesia.com

1 Comment

1 Comment

  1. Adhitya zulkarnain

    September 1, 2018 at 7:49 am

    gokil…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

To Top